Kediri, 25 Juni 2015, my marriage and the best moment ever in my life... ^_^
Wednesday, 11 March 2015
Tentang Saya
Kediri, 11 Maret 2015
Hari ini ada semacam energi baru berhembus ke dalam diri saya. Untuk beberapa saat energi itu tertidur pulas. Saya, Ahsin Khuluqina, hari ini menyadari betapa pasifnya pemikiran dan penulisan saya untuk beberapa saat. Meskipun pada kenyataannya saya belum juga memulai sebuah tulisan yang benar-benar merefleksikan diri saya; tentang mimpi-mimpi saya, angan-angan saya, dan pemikiran-pemikiran saya.
Saya, saat ini berusia 23 tahun dan telah menikah, adalah seorang yang memiliki kemampuan berbicara dihadapan publik tapi memiliki kekurangan dalam hal seni tulis-menulis. Ada semacam kekangan batin dan stagnansi manakala niat untuk menuliskan sesuatu itu muncul. Bagaimanapun, menulis itu harus saya mulai. Bahwa saya tidak selamanya hidup dan tidak mungkin hanya akan meninggalkan suara yang dapat dengan sangat mudah hilang terbawa arus bisingnya dunia. Bahwa saya adalah seorang calon ibu (2 bulan lagi) dan saya ingin ada sesuatu yang bisa terus dan terus dibaca untuk dikenang oleh anak cucu saya kelak sebagai pengingat betapa saya mencintai mereka dan tak ingin mereka mengulangi kesalahan yang pernah saya perbuat di masa lalu.
Saya adalah seorang wanita yang telah menikah pada 25 Juni 2014 lalu. Suami saya, Miftachun Nada, adalah seorang lelaki dengan segala kelebihan dan kekurangannya berusaha menjadi suami terbaik bagi saya dan ayah terbaik bagi anak-anak saya. Dia meminta saya pada orang tua saya tanpa memberikan noda sebelum akad itu dilangsungkan. Seseorang dengan segala ketulusan bersedia hidup bersama saya dan menjadikan saya ratu di dalam hati dan rumahnya, ibu bagi anak-anaknya, dan pendamping di surga-Nya kelak, insyaallah!
Saya juga seorang putri dari lelaki dan wanita luar biasa, seorang ayah dan ibu terbaik di dunia yang saya punya, Subroto dan Binti Mutamalikah. Mereka membesarkan saya bukan untuk menjadi orang besar, akan tetapi seseorang yang mampu menyadari kebesaran Tuhan dan mensyukuri setiap jengkal hidup yang diberikan-Nya. Seorang ayah dan ibu yang selalu mengajarkan perjuangan dalam kejujuran. Ayah, lelaki pertama yang mengajari saya arti dari perjuangan. Ibu, wanita pertama yang mengajari saya cara mensyukuri hasil dari seberapapun besar dan kecilnya hasil perjuangan itu. Seorang ayah yang akan menjadi orang pertama yang berdiri membela saya dan mengangkat saya saat jatuh dan terluka. Seorang ibu yang akan menjadi orang pertama yang akan memeluk saya dan mengusap air mata saya saat sakit dan menangis. Dua orang teristimewa yang akan menjadi orang-orang pertama yang mengucap syukur atas kesuksesan saya, namun orang-orang pertama yang mundur kebahagiaan itu akan saya bagi.
Saya pun adalah seorang kakak bagi seorang gadis cantik, Sifa Rizqiana, 20 tahun. Seorang adik sekaligus sahabat terbaik yang pernah saya temui. Musuh terkeren yang selalu ada saat saya kesepian. Tidak ada masa lebih menyenangkan dibandingkan menghabiskan waktu bersama.
Dan inilah blog pertama saya. Kumpulan suara hati saya. Kumpulan pemikiran-pemikiran dan curahan hati saya. Inilah awal dari tulisan saya dan awal dari segala aktualisasi dan prasasti hidup saya...
Subscribe to:
Comments (Atom)